Kelas Bencana Cek Gempa Cek Cuaca Geografi Kebumian Astronomi Aplikasi Excel Jehensa Semuel Makatita Pantau Bencana Pantau Negeri Geografi Kebumian Astronomi Aplikasi Excel Jehensa Semuel Makatita


DESKRIPSI UMUM PERSONAL WEB INI

Jehensa Semuel Makatita, S.Pd adalah salah satu Guru GEOGRAFI SMA di Timur Indonesia yang jauh dari akses kota madya atau kota provinsi yang Menyadari terbatasnya sumber belajar peserta didik ditengah Pembelajaran Abad 21 saat ini dan derasnya arus Informasi, dengan Pendekatan Pembelajaran Baru "Pembelajaran Berbasis Web".

Website ini dikembangkan untuk menjembatani kebutuhan Informasi baik : GEOGRAFI, KEBUMIAN, ASTRONOMI, TUTORIAL, PENDIDIKAN, FOTOGRAFI, TREND INFO PUBLIK

FITUR UNGGULAN

INFORMASI PANTAU KEBENCANAAN dalam Membentuk para Pembaca Adaptasi Kebiasaan Baru (Siaga dan Tanggap Bencana)

D U K U N G A N

Semoga web ini memberikan manfaat bagi para siswa dan Pembaca Umum Yang Menyadari Pentingnya Informasi Kebencanaan.

Ikuti kami Sahabat Melalui Web, Twitter, Facebook dan Istagram kami...
Akses terus website kami agar kami selalu mengembangkannya sesuai kebutuhan Sahabat dan Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya

Gempa Megatrusth dan Tsunami Banda Maluku 25 November 1852

25 November 1852 23: 10 UT (7: 40 dari LT ke-26) Mw 8.4-8.8 # gempa di dekat Banda Neira., Laut Banda, Indonesia, memicu # tsunami dahsyat yang menewaskan sedikitnya 60 orang. Terasa di Jawa, jaraknya 2000 km.

Pada tahun 1852, gempa bumi sepanjang 5 menit melanda wilayah Banda Arc di Indonesia yang dirasakan di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan pengangkatan pulau-pulau baru dan mengirimkan tsunami melintasi Laut Banda yang mencapai ketinggian 8 m di Banda Neira dan juga tercatat di Ambon, Saparua dan pulau-pulau lainnya. Catatan gempa tahun 1852 di berbagai lokasi memberikan kendala yang diperlukan untuk merekonstruksi peristiwa bencana tersebut melalui pemodelan numerik menggunakan Clawpack. Ketinggian tsunami di berbagai lokasi merupakan pengamatan utama yang kami gunakan untuk menguji hasil pemodelan. Model yang paling cocok menunjukkan bahwa gempa tersebut kemungkinan besar merupakan peristiwa megathrust di sepanjang Palung Tanimbar >Mw 8.4. Setidaknya 10-15 m regangan elastis telah terakumulasi di sepanjang Tanimbar sejak peristiwa tahun 1852, yang cukup untuk menyebabkan gempa bumi dengan ukuran yang sama dengan yang terjadi pada tahun 1852. Namun, 10 kali lebih banyak orang di wilayah tersebut yang terpapar bahaya tsunami dibandingkan sebelumnya. (Sumber : https://link.springer.com/article/10.1007/s11069-016-2345-6 )

Peta Tinggi Tsunami Akibat Gempa 1852
Hasil gambar in telah diterjemahkan otomatis menggunakan Teknologi Yandex dari Sumber Aslinya dalam Bahasa Inggris

Sumber Pemberitaan Media Asing dalam Bahasa Inggris yang di terjemahkan otomatis seperti pada Gambar Pemberitaan berikut ini

Sumber BMKG menyebut Kejadian Gempa Megatrusth yang diikuti Tsunami ini memiliki Tinggi 14,5 meter dengan Jumlah Korban Jiwa 60 orang. Tinggi air di Ambon di perkirakan sekitar 8 m sedangkan di Banda Neira 2 m.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemantau Cuaca dan Gelombang

LIVE PERINGATAN DINI, CUACA DAN GEMPA BMKG UPDATE Twitter

Creatif By. Jehensa Semuel Makatita, S.Pd

Konsentrasi Oksida Belerang (SO2) Gunung Api di Indonesia (mg/m2)

*Warna Merah, menunjukan Status SIAGA-AWAS Erupsi, Orange Status WASPADA dan Kuning Status : AMAN Erupsi *Data ini akan di Update jika PENTING Saja Untuk Kepentingan Mitigasi Kebencanaan

Breaking News Hari Ini Di Facebook

Info Tik Tok

Melawan Lupa Bencana Penting Indonesia